Lebah Jantan badannya lebih besar, bulat, gagah, dan padat, kepalanya masip dan cakap. Ia tidak mempunyai sengat. Sel calon lebah jantan lebih besar, tutupnya menonjol, ada titik hitam diatasnya. Ia gemar makan, tetapi ia tidak mau makan sendiri. Ia menunggu disuapi oleh lebah jantan.
Sebelah kiri lebah rumah tangga menyuapi lebah jantan sambil bercanda;
Sebelah kanan lebah jantan sedang dibantai
Kebun yang penuh bunga tidak menarik baginya, sebab probocis-nya tidak cocok untuk mengumpulkan madu, dan ia tidak mempunyai keranjang pengangkut tepung sari. Jika ia dibiarkan sendiri, ia akan mati kelaparan pada tempat yang penuh dengan makanan. Umurnya dapat mencapai satu tahun.Masa paceklik adalah masa suram baginya, karena bila dikehendaki oleh lebah rumah tangga, maka pada masa itu anak-anak jantan dan lebah jantan dibunuh. Masa pembantaian adalah waktu paceklik bagi bagi lebah jantan. Jumlah mereka hanya berkisar beberapa ratus saja.
Kepompong menetas muncul dari sel diikuti yang lain.
Suaranya lebih keras. Ia suka menimbulkan kebisingan. Pekerjaanya hanya hilir mudik didalam sarang dan bersolek. Pada waktu tengah hari bila cuaca panas, ia bercengkerama diudara bebas, gemar berolah raga, melatih ketangkasan dan kecepatan terbang. Ia adalah kontestan pria untuk mempersunting sang ratu ayu. Sebaliknya perkelahian tidak menarik baginya.
Buah pelir berisi sekitar 10 – 200 juta spermatozoa. Matanya tajam sekali karena mempunyai 8000 heksagonal faset, hal ini penting sekali untuk melayani dan mengikuti terbang sang ratu, lincah merayu sambil terbang dengan kecepatan tinggi. Pilihan hanya dari pihak ratu. Jika lebah jantan gagal, tidak cukup tangguh, ratu tidak kenan untuk dikawini. Pilihan akan jatuh pada pemenang yang berhasil memikatnya. Lebah jantan segera mati setelah mengenyam dan menikmati surga dunia bersama ratu yang dipujinya.
Tag :
Lebah Madu Jantan



0 Komentar untuk "Lebah Madu Jantan"