Peternak lebah yang telah berpengalaman, selama musim madu tidak pernah disengat. Memakai pakaian apiari beserta perlengkapannya adalah suatu jaminan untuk tidak disengat selama manipulasi dan memaneni madu. Kantong bisa yang terletak dipangkal sengat memompakan bisa ke ujung sengat. Alat penyengat bergerak atau beraksi terus meskipun bagian itu telah terpisah dari lebah.
Bisa sengatan serupa dengan bisa ular rattle di Amerika. Pengaruh atau racun bisanya juga sama. Jika badan telah kebal, pengaruh itu sebentar saja akan hilang, tetapi bekasnya masih terlihat selama beberapa hari berikutnya.
Bisa ulat rattle lebih hebat karena jumlah bisa yang diterima oleh penderita lebih banyak, sedang bisa dari sengatan lebah hanya sedikit jumlahnya. Sengatan yang bertubi-tubi pada orang menyebabkan pusing dan kadang-kadang pingsan. Jika jumlah sengatan banyak sekali, pada orang tua menyebabkan serangan jantung.
Hadiah seorang yang lalai dalam mengelola lebah dapat mengakibatkan kematian. Bau bisa sengatan aalah tajam. Orang yang membawa bau tersebut menjadi sasaran utama serangan lebah. Lebah liar suka menyerang, apalagi dengan adanya bau tersebut sekaligus membangkitkan kemarahannya yang meluap, tidak pantang menyerah menyerang orang yang hadir atau hewan yang lain.
Lebah yang sedang mengamuk seperti itu tidak mengenal pakaian apiari, mereka tidak saja mencoba menerobas celana, lengan, dan baju, tetapi juga menyengat dan menyemprotkan bisa kearah mata. Semprotan bisa kearah mata menimbulkan rasa pedas, pedih seperti kena uap bawang merah atau merica. Lebah di Siprus dan siria apalagi Afrika berperangai seperti ini.
Tag :
Sengat Lebah Madu
0 Komentar untuk "Sengat Lebah Madu"