Lebah meninggalkan sarang berlainan denga hijrah. Sebagai akibat dari hijrah, bertambahlah jumlah koloni lebah. Jumlah koloni tetap satu, hanya pindah ditempat lain yang lebih sesuai. Lebah meninggalkan sarang berarti sarang yang ditinggalkan kosong, tetapi ada kalanya masih ditinggalkan beberapa tempayak dan sedikit sisa makanan.
Sarang yang ditinggalkan , bekas sarang ini dibuat disebuah cabang.
Sebab pengosongan sarang dikarenakan kekurangan air, Sumber makanan dialam bebas disekitarnya telah habis, sarangnya terlalu panas, karena gangguan penyakit, akibat hewan pengganggu yang terus menerus. Makanan cukup tetapi air tidak ada, dengan cepat lebah menghabiskan persediaan madu, dan pindah ketempat yang lain. Selama air cukup mereka tidak akan meninggalkan sarangnya. Bila persediaan makanan habis dirampok, maka bekas madu yang ada, akan dimakan habis untuk segera meninggalkan tempat.
Tinggah laku ini banyak dilakukan oleh lebah jenis adansoni, dan indica. Pada a. mellifera jika mengalami hal seperti ini, bagaimana juga mereka tidak mau meninggalkan tempat meskipun mereka menderita kelaparan. Tetapi hal ini tidak berarti, bahwa yang meninggalkan sarang seperti adansoni dan indica itu tidak mati kelaparan.
Sebab ada kalanya rombongan yang pergi itu, dalam perjalanan kehabisan bekal yang ada dalam perutnya, sehingga rombongan terpaksa hinggap disuatu tempat dan tidak mampu lagi mencari makan atau air, akhirnya satu per satu mati lemas, lepas dari tandannya musnah ditelan oleh keganasan alam. Bila koloni yang ditolong, diletakkan didalam stup dan dimakan sirup akan segar kembali, maka aktifitas koloni berjalan seperti sedia kala.
Ganggau semut terus menerus telah cukup membuat koloni tidak betah tinggal disitu. Bahkan koloni yang lemah sudah cukup terganggu oleh adanya kupu-kupu pencari makan dimalam hari. Stup yang ditempatkan langsung kena sinar matahari, tidak ada isolator, kurang ventilasi, cukup membuat lebah tidak bahagia hidup disarang. Perlu diketahui bahwa manipulasi yang terlalu sering maka akan menggangu ketentraman koloni sehingga mereka akan pergi.
Ada kalanya beberapa koloni yang sedang pindah, dalam perjalanan dapat bersatu. Tetapi ada juga baru dapat bersatu setelah melalui sedikit perkelahian. Dalam rombongan besar seperti hal ini terdapat beberapa ratu, kelihatannya hidup mereka tentram, tetapi sebenarnya tidak, mereka mudah sekali tersinggung, dan tidak mau menetap sebelum ratunya tinggal seekor.
Lebah yang sedang dalam perjalanan pindah, apakah itu hijrah ataupun meninggalkan sarang, gampang dipindahkan ke peti lebah atau stup. Setelah dibantu dengan sirup, mereka akan menjadi jinak. Tetapi ada kalanya mereka masih juga pergi dalam beberapa jam sampai tiga hari kemudian.
Kesimpulannya untuk semua jenis lebah madu, kalau segalanya telah dicukupi, makanan, air, bebas gangguan, sejuk nyaman menyenangkan, maka koloni itu tidak akan meninggalkan tempatnya.

0 Komentar untuk "LEBAH MADU MENINGGALKAN SARANGNYA"