Assalamualaikum Wr. Wb. Salam jumpa lagi pada pertemuan kali ini, gimana kabar sobat semua baik-baik saja bukan?, baiklah sobat kali ini kami selaku penulis akan membahas tentang gimana cara memperoleh madu dialam bebas dan dialam sekitar kita, yang akan kami bahas sesuai dengan sedikit sepengetahuan dan pengalaman kami diantaranya yaitu :
a. Memperoleh madu dengan cara berburu madu.
Didaerah negara Asia dan Afrika masih terdapat orang yang pekerjaannya mencari madu lebah liar terutama di daerah hutan-hutan maupun didaerah pegunungan yang sangat jarang dijamah manusia tentunya. Di Indonesia banyak juga petani kita dipedesaan yang mengambil hasil lebah dari lebah hutan terutama lebah (a. dorsata) atau dalam bahasa Jawa tawon gung, dalam bahasa Sunda dinamakan odeng. bagi mereka ini waktu yang paling banyak digunakan adalah untuk menemukan sarang lebah liar di pohon-pohon besar di hutan atau semak yang jarang didekati orang. Disamping lebah hutan, lebah lokal (a.indica) yang hidup liar di hutan juga menjadi sasaran pemburu madu ini.
Pelaksanaan pengambilan madu dan malam memerlukan waktu yang relatif singkat. Cara pengambilan hasil dengan membinasakan seluruh koloni dengan api atau asap. Perlengkapan sangat sederhana, yang tersiri dari kapak dan tempat madu. Pemburu madu bekerja dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang, Kalau perlu bawa senjata tajam untuk menghadapi gangguan binatang buas dipejalanan. Bila nasib baik, serombongan orang dapat memperoleh madu sebanyak 60 Kg dan malam 4 Kg dari hasil pengumpulan 3-4 koloni lebah liar.
Sudah barang tentu dengan cara ini makin lama makin terbatas geraknya yang pertama dikarenakan lebah liar makin lama jumlahnya semakin berkurang, yang kedua jarakyang harus ditempuh makin jauh untuk dapat menemukan sebuah koloni lebah dihutan. Madu yang dijual dari kelompok ini masih asli, belum mengenal pemalsuan, sedangkan harga madupun masih sangat murah.
b. Beternak lebah madu.
Dipedesaan umumnya para petani sudah sejak kedudayaan Hindu masuk ke Indonesia telah mengetahui dan melakukan peternakan lebah madu lokal dengan menggunakan stup dengan batang pohon kelapa dalam istilah Jawa gelodok, dalam istilah sunda dinamakan perumpung, sedangkan istilah daerah Bali dinamakan kungkungan wanyi. Apis Indica atau lebah lokal, nama sehari-hari dinamakan lebah gula, tawon madu, kadang-kadang ada juga yang menamakan tawon laler.
Petani memelihara lebah sebagai pekerjaan sampingan dengan tekhnik yang seserhana, tanpa mengharapkan hasil madu yang berlebihan. Ada juga tempat sarang yang sederhana, berupa keranjang dari jerami, tempayan tanah, potongan bambu, daun pisang kering, dan bahan lain, yang maksudnya melindungi lebah dari panas dan hujan. Tempat sarang tersebut diletakan pada lokasi yang bebas dari gangguan semut dan binatang lain. Gelodok terdiri dari belahan kayu yang dipasang sambil ditompang, agar belahan kayu tersebut tidak menutup rapat dan dapat berfungsi sebagai pintu atau ventilasi.
Mereka memperoleh koloni dengan cara menangkap atau menarik perhatian lebah yang kebetulan lewat atau sedang hijrah. Sebagai umpan diletakan malam yang hangat atau gula dalam gelodok. Lebah kurir yang tertarik akan keindahan rumah mungil yang tertancap papan nama “tersedia rumah kosong” segera melapor kepada kelompok lebah yang akan hijrah atau koloni yang akan kabur untuk menempati rumah tersebut. Kalau nasib sedang mujur, dalam waktu singkat rumah yang kosong telah terisi oleh penghuni baru, tetapi jika nasib sedang malang, koloni yang ditunggu tidak kunjung datang. Biaya pembuatan sebuah gelodok sangat murah. Alat untuk memaneni madu dan malam cukup dengan alat dapur. Cara primitif ini dapat memperoleh madu sebanyak 7 Kg dan malam ½ Kg.
c. Beternak lebah madu sebagain kesenangan menuju usaha komersial medern.
Peternak lebah madu dalam golongan ini tidak ambil pusing dan tidak mengharapkan keuntungan. Tidak merasa kecewa apabila mengalami kerugian. Yang penting ia merasa puas dapat menikmati dan mempelajari dengan senang hati, suatu kehidupan lebah madu. Hasil penemuan bila ada dan tulisannya sangat bermanfaat bagi peternak komersial pada khususnya dan bagi pecinta lebah pada umumnya.
Mereka yang telah mengerti sesuatu tentang lebah dan hasilnya, lama kelamaan akan tertarik juga untuk menjadi pengusaha lebah yang bonafid. Peternak lebah yang komersial hidup dari hasil apiarinya, terutama hasil madunya. Tidak ada seorang pun berani menanam modalnya begitu besar, membeli paket lebah, alat dan sebagainya, kalau ia bukan seorang yang ahli dan berpengalaman tentang lebah madu.
Peternak lebah komersial yang berhasil, selalu memulai usahanya dari kecil-kecilan de mi kesenangan, kemudian ia mencoba maju selangkah demi selangkah menambah investasi, untuk memperbesar usahanya, dengan harapan, agar ia memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Selama perjalanan, ia memperoleh tambahan pengalaman yang mendalam, sehingga ia telah dewasa dalam usahanya, seperti yang pernah kami alami dan kami lakukan diwaktu dulu kami dan orang tua kami membangun sanitasi lebah madu semenjak tahun 1994 mulai dengan iseng ingin mencoba beternak lebah dari kecil-kecilan hingga kami beserta Bapak kami mengembangkannya sedikit demi sedikit dan tahun demi tahun kami lakukan ternyata Alhamdulillah usaha beternak lebah kami bisa berjalan selama hampir 15 tahun, yang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Yang lambat laun usaha kami berkembang pesat hingga hasil madu kami banyak orang yang berpesan tanpa harus berpromosi orang lain lagi.
Di Indonesia usaha untuk memodernisasir peternak lebah tradisional tersebut, sudah dirintis sejak tahun 1918 oleh Departemen Pertanian. Sejak tahun 1967 tumbuh badan swasta seperti Massito Apiaries, Lembaga Apikultur Indonesia yang bergerak di bidang peternakan lebah modern. Pada tanggal 20 Agustus 1971, Kuartir Nasional Gerakan Pramuka membentuk suatu badan yang disebut Pusat Apiari Pramuka, yang bekerja sama dengan perintis yang terdahulu.
Direktorat Jendral PMD, Australian Freedom From Hunger Campaign, dan berbagai pihak, Pusat Apiari Pramuka berusaha memodernisasir peternak lebah yang tradisional, khususnya dikalangan Gerakan Pramuka dan masyarakat peminat, yaitu dengan menerapkan teknologi peternakan lebah modern seperti yang sudah dikerjakan oleh negara yang sudah maju dibidang peternakan lebah madu.
Keuntungan yang didapat dari peternakan lebah modern sangat jauh, jika dibandingkan dengan peternakan lebah tradisional. Sebagai contoh antara lain sebagai berikut :
1. Hasil Apikultur
Hasi yang diperoleh berlipat ganda dan mutunya jauh lebih baik, masing-masing produk mempunyai khasiat yang berbeda-beda pula.2. Meningkatkan gizi
Madu, tepung sari, sari madu adalah makanan yang berkalori tinggi, kaya akan vitamin, mineral, dan enzim. Semuanya itu dapat menigkatkan gizi, untuk anak-anak pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
3. Menyerap tenaga kerja
Peternakan modern diperlukan pengelolaan yang lebih intensif, ,e,butuhkan modal dan peralatan yang banyak, begitu pula lebih banyak diperlukan tenaga kerja. Tetapi keuntungannya pun jauh lebih besar.
4. Mempertiggi hasil pertanian
Lebah adalah serangga pemersari bunga, lebah sangat rajin mengunjungi segala macam bunga, sehingga penyerbukan dapat lebih intensif, yang berpengaruh baik bagi terjadinya pembuahan . dengan demikian produksi pertanian dapat meningkat, di samping itu lebah ikut menjaga kelestarian alam dan tumbuh-tumbuhan.
Tag :
MEMPEROLEH MADU

0 Komentar untuk "MEMPEROLEH MADU"