Pembagian tugas dan organisasi lebah madu sangat teratur rapi, tertib dan disiplin atas dasar kesadaran diri. Yang mengatur segala-galanya dalam sarang adalah lebah rumah tangga, sedang tugas diluar sarang menjadi tanggung jawab lebah lapangan. Ketika bayi lebah lahir dari selnya, ia masih lemah, bergerak belum menentu, dan belum bisa terbang. Ia belajar duduk, berjalan-jalan sambil menikmati dan melihat dunia sekelilingnya. Apa yang dilihat tidak diketahui, karena penglihatannya belum jelas. Sambil bermalas-malasan ia bersolek diri, menyisir rambut badannya, merasa bangga atas kemolekannya. Lambat laun ia merasa mampu bekerja seperti kakak-kakaknya.
Mula-mula ia menjilat membersihkan sel sebagai pembantu. Suatu ketika sang ratu ayu akan menilai pekerjaannya. Dengan mengerlingkan mata , ratu berlalu disamping hambanya yang sedang sibuk bekerja. Ia menanggapi kerlingan mata ratu yang ia sayangi, dan sekaligus mengerti, bahwa yang dimaksudkan ialah sel mana yang telah bersih, siap untuk diisi telur oleh ratu. Ia bertugas sebagai pembantu rumah tangga selama tiga hari, sampai telur disitu telah menjadi tempayak dan sel yang telah dibersihkan telah terpenuhi dengan telur.
Sudah barang tercengahlah si anak lebah yang masih ingusan itu akan kehebatan kemampuan kerjanya. Ia bertambah gembira mengunjungi sel yang berisi makhluk seperti cacing, yaitu tempayak, dari satu ke yang lain terus-menerus tidak jemu-jemu. Selama 10 hari ia bertugas membawa makanan kesel dan memberi makan anak-anak yang masih muda. Tugas selanjutnya menyimpan nektar, merawat tepung sari, membetulkan dan membangun sel, memasak madu, dan bertugas jaga.
Setelah ia dapat terbang dengan gesit, pada minggu ketiga ia keluar sebagai lebah lapangan, mencari nektar, tepung sari, dan air. Pada umur enam minggu sayapnya telah usang, ia mulai merasa sakit jika ia terbang. Oleh karena itu, ia berusaha terbang perlahan-lahan. Pada perjalanan terbang terakhir, ia hanya sampai diluar sarang, sebelum akhir hayatnya tiba dari tempat itu ia masih sempat menikmati hidup, sambil menyaksikan lebah yang lebih muda datang dan pergi menunaikan tugasnya dengan bersemangat dan gembira.
Dengan kenangan yang indah, kemudian ia mati, sebelum mati apabila kita mencoba meletakan dia kembali dipintu masuk sarang tetap saja dia berbalik perlahan-lahanmenuju ketempat kematiannya dialam terbuka, dan pada waktu yang krisis menjelang kematiannya , jika ia terlalu lama tidak meninggalkan sarang dan ketahuan oleh lebah yang lebih muda, maka ia akan dihajar dan dilempar jauh keluar sarang sampai ia tidak mampu kembali lagi. Tiap dua setengah sentimeter sarang, berisi lima buah sel lebah pekerja. Untuk sel lebah jantan ukurannya lebih besar yaitu tiap dua setengah sentimeter berisi hanya empat buah sel.
Tugas dilapangan kelihatan enak, hidup bersenang-senang mengenyam udara segar sambil mengumpulkan nektar dan tepung sari, tenggelam dalam keindahan bunga yang semerbak harum mewangi dan serba membiuskan, tetapi ingat bahwa setiap saat lebah itu selalu diincar, bahaya, jebakan laba-laba, tanaman yang bergetah, burung, kecapung, dan pengganggu lain. Lebah lapangan dalam menunaikan tugas, berangkat pagi-pagi benar, tiap kali perjalanan ia cenderung hanya mengumpulkan nektar dari sejenis bunga. Dikebun buah-buahan ia dapat menguasai daerah kerja dengan garis tengah ± 3,5 km. Bila pohon ditanam berbaris, ia bekerja sepanjang barisan, ia mendahulukan pohon yang mempunyai nektar yang lebih banyak.
Ia sangat menghemat tenaga dan waktu, untuk memperoleh hasil pekerjaan yang maksimal. Sebagai bukti tentang ini, ia lebih suka bekerja dalam jarak dekat 1 -1,5 km, daripada ia harus menempuh jarak jauh 10 km, meskipun sebenarnya ia mampu mengerjakannya. Ia tahu betul, bahwa dengan jarak pendek ia dapat lebih banyak mengumpulkan nektar dalam waktu yang sama, jika dibandingkan dengan menempuh jarak jauh. Ia juga tahu bahwa perjalanan jauh mempunyai resiko yang lebih besar untuk kehilangan apa yang dibawanya atau keselamatan dirinya. Jika ia berhasil datang dengan selamat, ia akan disambut hangat disarang. Penghuni sarang bergembira mengikutinya sambil menyanjung keberhasilannya. Penyambut memberi kesan pada khalayak ramai, bahwa yang datang adalah pahlawan yang penting dan patut dihormati, karena ia telah berjasa dalam kerajaan. Jika sambutan tersebut menggembirakan, lebah lapangan tersebut menari dengan genitnya. Maka menarilah semuanya, apabila telah puas berhentilah sorak dan tarian masal tersebut.
Perawatan madu telah dimulai sejak nektar dibawa dalam perut madu, di sini sebagian airnya telah diisap oleh sel dinding perut madu, diteruskan lewat pipa malpighi ke poros usus, yang akhirnya dibuang keluar. Dalam perut madu, nektar dicampur dengan enzim, asam organik, dan beberapa bahan lainnya. Kemudian sesampainya disarang, nektar yang telah diproses dalam perut madu ini, diberikan kepada lebah rumah tangga. Nektar yang diterima dikunyah 120-240 kali selama 20 menit.
Madu yang disimpan dalam sel, dibiarkan terbuka untuk dirawat dan diperiksa berkali-kali. Madu tersebut diuapkan oleh dua deret lebah , satu deret mengipasi udara segar dengan sayapnya agar udara masuk melewati sel madunya. Getaran sayap yang dipakai untuk ini dengan kecepatan 26400 kali getaran per menit. Di lain pihak sederetan lebah mengipasi udara keluar sarang. Setelah madu cukup masak, maka madu tersebut ditutup dan selesailah perawatan madu.
Untuk mengumpulkan madu 100 gram diperlukan kunjungan ke bunga sebanyak sejuta buah. Jika perut telah penuh ±0,14 -0,18 cc dengan kecepatan terbang 65 km perjam ia pulang. Jika ia membawa beban seberat ¾ kali berat badannya, ia masih mampu terbang dengan kecepatan 30 km per jam. Untuk mengumpulkan madu sebanyak 1 kg diperlukan perjalanan 120.000 – 150.000 kali. Andai kata jarak bunga yang dikunjungi 1,5 km, maka jarak pulang pergi sepanjang 3 km. Sehingga jarak yang diperlukan untuk mengumpulkan madu 1 kg sejauh 360.000 km, jarak mana sama dengan 8,5 – 11 kali keliling bumi.
Jika ratu tidak mampu bertelur, lebah pekerja bertindak sebagai ratu palsu atau membuat sel calon ratu. Lebah pekerja bersifat tetap peraawan. Sengatnya hanya dapat digunakan sekali saja dalam hidupnya. Sesudah menyengat ia segera mati. Ia tidak dapat tersesat karena ia mempunyai indra mengenal rumah atau “Home sence” yang tajam. Kalau ia bertindak sebagai ratu palsu, ia hanya dapat menelurkan calon lebah jantan saja.
Keranjang tepung sari kalau penuh seberat ±20 mg, yang berisi 4.000.000 butir tepung sari. Tidak ada istilah beristirahat atau bermalas-malasan untuknya, meski hanya sekejap. Pada hari gelap ia tidur. Perbandingan otak dengan berat badan pada lebah madu adalah lebih besar jika dibandingkan dengan serangga yang lain. Untuk lebah perbandingan tersebut adalah 1 : 174 ; pada semut 1 : 286 ; pada sejenis kecoak 1 : 4200. Hal ini dapat dimengerti karena lebah pekerja mempunyai tugas yang berat dan sangat kompleks. Otak ratu adalah yang paling kecil diantara mereka.
Mata majemuk lebah pekerja dan ratu terdiri dari 5000 hexagonal facet, pada lebah jantan 8000 hexagonal facet. Warna biru, kuning, dan putih dapat dibedakan dengan jelas. Warna merah tidak tampak jelas, warna hijau dicampur-adukan dengan warna kuning dan biru. Ia mempunyai ketajaman mengenal kualitas makanan. Nektar yang hanya mengandung kurang dari 4% gula tidak menarik baginya. Ia mengunjungi bunga hanya jika nektar dan tepung sari nya telah cukup dewasa untuk dapat diambil, ia juga mempunyai perasaan waktu.
Mencari tepung sari sama pentingnya dengan mengumpulkan nektar. Selama setahun sebuah koloni membutuhkan tepung sari sebanyak 30 kg untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Dapat dibayangkan betapa sibuknyapengumpulan ini, mengingat bahwa tepung sari hanya dapat dilihat jelas dibawah mikroskop. Dalam mengumpulkan bahan ini, lebah tidak sekedar minta-minta kepada tanaman,tetapi ia memberikan jasa berupa berhasilnya penyerbukan. Untuk berhasilnya penyerbukan ini, bunga berusaha berlomba-lomba menarik perhatian lebah dan hewan lainnya, agar bersedia datang mengunjungi bunga yang telah dihias dengan keindahan, warna, dan bau-bauan yang beraneka warna dan menarik, dan mengandung nektar dan makanan tepung sari kesayangannya. Lebah juga mengumpulkan propolis kuncup tanaman yang dipakai sebagai bahan prekat untuk membuat sarang, yang sifatnya lentur lekat tetapi kuat.
Tag :
Lebah madu pekerja

0 Komentar untuk "Lebah Madu Pekerja"