Pilihlah bibit ratu yang telah lembut perangainya. Lindungilah muka dan badan kita dengan pakaian Apiari yang baik. Pakaian Apiari adalah suatu keharusan. Jika petugas Apiari dalam perjalanan mendekati apiarinya telah disambut oleh sengatan sekelompok lebah, juga selama manipulasi terjadi hal yang sama, maka lebih baik koloni tersebut dibinasakan, karena koloni tersebut masih buas dan membahayakan keselamatan peternak. Bekerjalah dengan hati-hati, halus, sabar, tetapi mantap. Hindarilah menampar atau menyakiti lebah yang disengaja atau tidak disengaja, sebab gaya perilaku lebah yang kesakitan mengakibatkan kemarahan lebah yang lain. Perlawanan orang terhadap serangan ini bahkan memanggil beribu-ribu lebah penyerang.
Penyelamatan yang terbaik adalah menghindar dan berlindung dibalik asap. Jika disengat, hembuslah tempat dengan asap untuk menghilangkan bau bisa yang menarik lebah lain. dan pakailah pakaian yang berwarna serba muda. Selalu memakai asap jika mengerjakan manipulasi. Bau parfum, lipstik, alkohol, bedak, membangkitkan kemarahan lebah, seperti halnya kalau lebah mencium bau bisa sengatan temannya. Jangan sekali-kali membuat teman tercengang dengan membuat jenggot dari gumpalan lebah, sebab hal itu ada bahayanya.
Lebah-lebah yang membentuk jenggot itu betul tidak menyengat, tetapi kalau ada lebah lain yang ikut meramaikan adegan itu tiba-tiba menyengat, sudah barang tentu hal itu akan diikuti lebah yang lain, karena bau bisa yang tiba-tiba muncul , sehingga akan mengacaukan suasana. Jika lebah dalam keadaan tertekan, mungkin karena udara sangat buruk, sehingga mereka terpaksa tinggal didalam sarang, atau pada musim nektar telah habis, hiburlah koloni dengan dengan memberikan makan air sirup. Hindarilah sesuatu yang dapat menarik kedatangan lebah perampok.
Usaha keamanan yang paling jitu adalah menghindari sengatan dengan memakai pakaian apiari atau menjadi kebal. Untuk memperoleh kekebalan harus disuntik vaksin yang mengandung bisa sengatan atau melatih diri disengat beberapa kali sampai kebal. Ujung sengat lebah berbentuk seperti ujung kail, karena menancapnya senjata yang berbentuk demikian itu, maka tertinggallah sengat beserta sarung dan kantong bisanya sewaktu lebah menarik diri yang berakibat fatal baginya, segera sehabis menyengat lebah itu mati. Sengat itu harus segera diambil kalau tidak karena gerakan urat daging si korban akan bertambah dalam, bersamaan dengan itu lebih banyak pula bisa yang dipompakan kedalam luka dari kantong bisa yang masih terus aktif bekerja meskipun telah lepas dari tubuh lebah, yang mana akan menambah rasa sakit pada si korban.
Cara pengambilan sengat dengan aman sengat sederhana, tetepi penting dan mutlak. Kerok sengat itu ke samping dengan pisau atau kuku jangan sekali kali mencoba mencabut sengat itu dengan tangan, sebab gerakan itu bahkan memperdalam sengat, otomatis lebih banyak bisa masuk kedalam luka. Dan luka sengatan jangan digaruk atau diulas dengan salep atau sebangsanya,sebab gerakan mekanis tersebut bahkan membantu tersebarnya bisa ke daerah yang lebih luas. Jangan sekali-kali menghisap luka sengatan dengan mulut dikarenakan rasanya tidak segera hilang, malahan dapat menimbulkan gangguan perut yang kadang-kadang diikuti rasa sakit kepala. Untuk meredakan rasa sakit, luka sengatan dikompres dengan air dingin atau hangat. Kalau kita disengat kemudian merasa pusing, nafas pendek, harus segera beristirahat sambil berbaring, mandi dengan air hangat atau diseka dapat mengurangi penderitaan, dikalau perasaan tetap tidak enak, boleh jadi menderita shok, gangguan jantung, maka hendaklah degera berkonsultasi dengan dokter.
Bisa lebah mempunyai sifat seperti berikut : masa jenis 1,1313, mudah larut dalam air, aroma tajam, rasanya pahit, reaksi asam karena mengandung bermacam-macam zat asam, asam formiat, asam khlorida, asam ortofosfat, histamin, kholine, triptofane, belerang, dan tahan panas serta dingin. Kepekaan orang terhadap bisa sengatan berbeda-beda, orang yang jasmaninya sehat sengatan 5 – 10 kali berturut-turut tidak menimbulkan apa-apa, hanya menimbulkan kemerah-merahan pada kulit. Sengatan 200 – 300 kali berturu-turut menyebabkan keracunan umum dengan gejala gangguan pekerjaan jantung, seperti cyanosis, denyut nadi cepat, pingsan dan kelumpuhan. Tetapi ada orang yang disengat sekali saja telah cukup menimbulkan rasa pusing, gatal-gatal, muntah-muntah, dan mencret. Biasanya orang yang telah lama bekerja pada apiari telah sering disengat, maka ia telah menjadi kebal. Lama bekerja di apiari bukan merupakan jaminan akan kekebalannya. Menurut pengamatan, orang yang telah bekerja selama 1 tahun telah memperoleh kekebalan, tetapi ada juga yang sampai 20 tahun baru kebal. Anehnya lagi ada juga orang yang selamanya bekerja di apiari, gagal menjadi kebal.
Apakah seorang ibu yang mengandung dan telah kebal, akan melahirkan seorang anak yang kebal pula terhadap sengatan?. Hal ini belum diketahui orang dengan pasti, tetapi ada kejadian yang berhubungan dengan ini, yaitu pernah di Rusia ditahun 1947 ada bayi berumur 1 tahun , karena sesuatu hal bayi tersebut disengat lebah sebanyak ± 300 ekor sekaligus. Badannya begitu bengkak, sehingga dikhawatirkan ia akan segera meninggal dunia. Tetapi apa dikata, ternyata setelah 3 hari ia masih hidup. Bengkaknya hilang dan hari ke 6 ia sehat seperti semula. Mengapa bayi tersebut tahan bisa sengatan?, ternyata ibunya telah kebal. Meskipun bisa sengatan merupakan obat sangat populer terhadap rematik dan bermacam-macam penyakit lainnya, harus pula diingat, bahwa untuk orang yang terlalu peka terhadapnya harus berhati-hati. Orang seperti ini tidak bisa menerima bisa sengatan sebagai obat. Juga penderita penyakit TBC, Diabetes, Atherosclerosis, penyakit kelamin dan penyakit jantung keturunan, adalah kontra indikasi atau dilarang memakai bisa lebah.
0 Komentar untuk "PENCEGAHAN BILA DISENGAT LEBAH"