Pengetahuan tata cara beternak hewan

HASIL APIKULTUR DARI SARI MADU

Sari madu adalah sekresi kelenjar rahang atas pada kepala lebah pekerja yang berisi protein, lemak, gula, garam mineral, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, Be, vitamin H dan vitamin E. Lain daripada itu terdapat pula hormon gonadotropin yang menstimulir organ reproduksi ratu dan masaknya telur. Sari madu mengandung pula suatu jenis antibiotik yaitu gremisidin yang dapat mencegah pertumbuhan jamur dan mikro organisme. Warnanya putih seperti susu, rasanya asam, vitamin H atau biotin mengambil bagian dalam pertukaran zat lemak, zat putih telur dan memperlancar asimilasi. Para ahli ingin mengetahui mengapa ratu yang berasal dari telur yang sama dengan telur lainnya, tetapi tumbuhnya berlainan, ukuran, struktur anatomi, dan pekerjaannya, jika dibandingkan dengan lebah pekerja dan lebah jantan.
Mengapa ratu 2 kali lipat lebih panjang, lebih besar jika dibandingkan lebah pekerja. Mengapa ratu mampu bertelur 2.000 butir atau bahkan lebih dari itu dalam 24 jam. Dan mengapa ia dapat hidup sampai kurang lebih 6 tahun, sedangkan lebah pekerja hanya sampai umur 30 sampai 35 hari saja. Setelah menempuh pengamatan yang seksama dan lama, diketemukan jawaban-jawaban itu, bahwa telur yang direncanakan oleh lebah untuk calon ratu, ditempatkan dalam sel yang khusus, lebih besar, panjang, dan luas, yang berbeda sekali dengan tempat telur lain yang biasa. Bahwa telur calon ratu telah menetas diberi makanan khusus yaitu sari madu. 
Menurut M. Haydale sari madu rata-rata mengandung zat seperti berikut:

- 45, 15% protein yang terdiri dari asam-asam amino yang penting.

- 13,55% lemak.

- 20,39% glukosa dan levolosa.
Di tahun 1939 Henry L telah menemukan hormon gonadotropin dalam sari madu. Ia bahkan berhasil mengadakan percobaan, bahwa indung telur tikus yang telah disuntik dengan ekstrak sari madu 5 hari sebelumnya, bertambah berat, kegiatan folikel lebih intensif. Juga diketahui, bahwa kegiatan folikel sebanding dengan dosis sari madu yang disuntikkan.
Mengingat sari madu mengandung vitamin, mineral, zat-zat makanan yang tinggi nilainya dan hormon, maka sari madu sangat baik sekali untuk manusia. Tetapi bagaimanapun baiknya madu, bila pemakaiannya berlebihan akan dapt menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bagi kita yang terutama dalam hal penggunaan hormon. Menurut seminar sari madu cukup digunakan 1 gr untuk tiap orang tiap hari, guna sari buat kita adalah untuk menjaga kesehatan, pertahanan tubuh yang normal, menambah tenaga berpikir, menghilangkan sakit pada tulang, menghilangkan rasa lelah, menggiatkan fungsi bagian tubuh yang tidak bekerja lagi, dan sari madu merupakan bakterisida.
0 Komentar untuk "HASIL APIKULTUR DARI SARI MADU "
Back To Top