Kurang lebih 2500 tahun yang lalu, Hippocrates telah berhasil menemukan madu sebagai obat penyembuh luka. Kemanjuran madu waktu itu sama dengan kemanjuran penicillin sekarang ini, madu yang sebagian besar terdiri dari glukosa banyak digunakan dalam oba tuntuk bermacam-macam penyakit, seperti cardiovassular, Pendarahan perut, ulcer perut, penyakit pencernaan, typus, disentri, malaria, penyakit tenggorokan, dan sebagai obat untuk keracunan.
Disamping sebagai makanan yang bernilai tinggi untuk kehidupan sel, jaringan, dan organ tubuh, karena madu mengandung glukosa, maka madu digunakan sebagai sumber tenaga bagi tubuh kita, yang dapat disimpan sebagai glikogen dalam hati. Lagipula madu memperbaiki proses pertukaran zat dalam jaringan tubuh. Glukosa bekerja sebagai tonikum pada pekerjaan jantung, bila gula dalam tubuh sedang menurun, glukosa menambah ketahanan tubuh terhadap serangan penyakit, disamping madu mengandung glukosa, madu dilengkapi pula bermacam-macam garam mineral, asam organik dan zat lain yang penting untuk kehidupan manusia tentunya, yang sudah jelas bahwa madu adalah makanan yang berkhasiat menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit.
Dibawah ini akan kami sajikan beberapa penyakit yang sudah pernah disembuhkan dengan madu oleh para kedokteran pada zaman dahulu dan hal lain yang berhubungan dengan madu. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Luka
Ahli bedah bangsa Rusia Y. Krintsky memperoleh hasil penyembuhan luka dengan memakai salep campuran madu dengan minyak ikan pada 48 kali kejadian. Madu mempercepat penyembuhan luka. Jika madu diberikan pada luka, maka sekresi glutathione pada luka bertambah yang merangsang pertumbuhan sel dengan cepat, sehingga luka lekas sembuh.
2. Catarrh dan sebangsanya
DR. Y.Kizelstein memakai 10% larutan madu dalam air untuk inhalasi pasien yang menderita penyakit tersebut. Tiap penyembuhan diperlukan 10-19 kali inhalasi selama 5 menit untuk penyakit saluran pernapasan bagian atas.
3. Flu.
Madu dipakai dalam obat flu sangat populer di masyarakat pada jaman itu, dikarenakan sangat manjurnya. Madu campuran dengan susu yang hangat atau dalam air jeruk yang sama banyak atau dalam secangkirteh yang hangat, merupakan kebiasaan dalam penyembuhan penyakit ini. Jika minum madu sebagai obat flu, penderita harus tetap tinggal dirumah selama 2-3 hari, sebab madu menyebabkan banyak keluar keringat.
4. Penyakit paru-paru.
Hippocrates dalam tulisannya mengatakan bahwa madu dapat menghilangkan sputum atau riak dan meringankan batuk. Bangsa Hindu AYUR-VEDA mengatakan bahwa madu dengan susu adalah obat Cachexia. Telah berabad-abad lamanya madu sangat populer untuk menyembuhkan penyakit TBC pulmonar, diberikan bersama-sama dengan susu atau lemak hewan. Yang penting disini bukan khusus anti TBC, tetapi madu menambah kekuatan tubuh, sehingga membantu menanggulangi penyakit yang dideritanya.
F. Udintsey memperoleh hasil pengamatan dari para penderita TBC dirumah sakit, bahwa pasien yang diberikan madu 100-150 gr tiap hari, kondisi badannya bertambah membaik dan berat badannya bertambah, batuknya ringan, butir-butir darah merahnya bertambah, dan kecepatan sendimentasi darah menjadi lambat.
5. Penyakit Jantung.
Bermacam-macam penyakit jantung dikenal orang berabad-abad yang lalu, dan madu dipakai sebagai obatnya. Avicenna berpendapat bahwa madu adalah obat penyakit jantung yang manjur. Ia menganjurkan kepada penderita untuk minum madu secukupnya tiap hari. Penyakit jantung seperti jantung kurang kuat Angina pectoris, Kelemahan Cardiovascular, dapat disembuhkan dengan minum madu.
Professor M.B.Colomb,A. Raff menganjurkan untuk minum madu rata-rata 70 gr terus-menerus tiap hari selama 1-2 bulan untuk pasien yang menderita penyakit jantung yang parah, agar lambat laun menjadi sembuh kembali. Setelah minum madu tersebut maka darah pasien menjadi normal kembali, butiran darah merah bertambah dan denyut Cardiovascular normal kembali.
6. Penyakit perut dan usus.
Madu membantu pencernakan. Mineral Mn dan Fe dalam madu mempermudah proses pencernaan dan asimilasi makanan. Madu dipakai sebagai obat untuk gangguan perut dan usus yang terlalu asam. Menurut V. Grigorvey bagi penderita gastritis dengan keasaman yang terus menerus bertambah, sehingga menimbulkan kesakitan pada penderita yang diikuti dengan hilangnya kesadaran, obat yang paling manjur adalah madu.
Dalam hal penyakit ulcer perut dan duodenum yang diobati dengan madu yang dilakukan dirumah sakit. Kurk Medical Institute oleh profesor F. Menshikov dan Dr. S. Feldman, memberikan hasil yang sangat positif. Rasa sakit dan pusing segera hilang setelah madu diberikan, buang air besar normal, nafsu makan kembali membaik, sekresi perut dan keasaman berkurang, lambat laun butir darah merah bertambah dari 6-15 points (rata-rata 12 points). Berat badan menjadi bertambah, lekuk-lekuk pada perut atau nichesyang terlihat padad pemotretan menjadi sembuh dan hilang, penderita diberi madu selama 4-6 minggu berturut-turut.
7. Penyakit Hati.
Orang menderita penyakit hati (contrated hepatitis), setelah diberi madu, sakit sakit kuningnya hilang dalam waktu singkat. Rasa sakit hilang dan sembuh.
8. Penyakit syaraf.
Bangsa romawi telah lama mengetahui bahwa madu merupakan semacam obat penenang. A.Oertel, E.Bauer, K.Apinis mengatakan bahwa madu adalah obat manjur terhadap gangguan syaraf. Segelas air hangat dicampur dengan madu yang diminum sebelum tidur membuat tidur nyenyak. Profesor N.Bogolepov dan Dr.V.Kiselyova mengobati penyakit syaraf insomnia dan sakit kepala dengan madu, dapat sembuh. Pasien menjadi kuat kembali, mengurangi iritasi dan dapat sentum simpul kembali. Penderita penyakit syaraf merasa lebih segar setelah disuntik dengan 40% glukosa. Sakit pada kepala hilang, Pandangan bertambah membaik dan kondisi penderita bertambah sehat.
9. Penyakit kulit.
Dr.A Charukovsky dalam bukunya yang ditulis satu abad yang lalu menyatakan bahwa abses yang tebal ditangan atau telapak kaki, hendaknya diobati dengan madu yang dicampur dengan tepung, sehingga merupakan parem yang agak lekat.
10. Obat Kecantikan.
Dr.A. Bremener, Profesor D.Lass, Dr.M. Polikarpova menganjurkan bahwa masker madu membuat kulit kuat dan lembut. Masker madu yang tipis yang dioleskan pada seluruh permukaan kulit muka dapat berupa madu asli saja atau campuran madu dengan kuning telur atau dengan cream tang lain. Berikut ini resep terkenal dan digemari orang waktu itu :
- 100 gr madu,
- 25 gr alkohol,
- 25 gr air.
Campurkan bahan tersebut sampai merata. Setelah muka dicuci bersih, lalu oleskanlah salep ini dengan kapas dikulit muka dan biarkan selama 15 menit. Kemudian cuci dengan air hangat, lalu keringkan dan berikanlah bedak yang disukai. Masker madu lebih efektif daripada cream dan salep, sebab madu tidak saja melembutkan kulit, tetapi juga memberikan makanan kulit. Karena madu bersifat hygroskopis, maka sekresi kulit terhisap, sekaligus madu sebagai desinfektan. Dengan demikian kulit muka tetap terjamin keawetan dan kesegarannya, halus, lembut, dan bebas dari keriput dan benjolan yang merusak keindahan muka.
Profesor A. Kartamyshev dan V. Arnold menganjurkan ramuan dan cara merawat kulit muka yang kering sebagai berikut :
a. Cuci muka dengan air hangat, sebagai pembersih dan pengompres kulit selama beberapa saat dan keringkan,b. Tutuplah muka dengan lapisan kapas yang tipis, lalu berikan lubang pada mata dan mulut,c. Lapisan kapas tersebut diatas diberi salep yang yang terdiri dari :
- 30 gr tepung beras,- 20 gr air,- 50 gr madu.
Oleskan sampai merata dan biarkan tetap menempel selama 20 menit,
d. Lepas kain kapas tersebut, kemudian kompres muka dengan air hangatbeberapa kali dan bersihkan,e. Akhirnya muka diberi Make-up yang ringan atau bedak.Bila kita tertarik terserah resep mana yang kita kehendaki dan selamat mencoba…semoga bermanfaat.
11. Penyakit Mata.
Diabad terakhir semenjak diketemukan obat mata yang mengandung sulfanilamid, antibiotik dan lain-lainnya, maka madu sebagai obat mata menjadi kurang penting. Dahulu madu dalam bentuk salep, banyak dipakai untuk mengobati bermacam-macam penyakit mata seperti gangguan selaput mata, kornea, ulcer pada kornea dan keratitis.
12. Diet Setelah Operasi
Sesudah operasi, lebih-lebih sesudah operasi muka dan rahang, di mana pasien mengalami kesukaran mengunyah dan menelan, maka madu dalam makanan sangat penting artinya dalam membantu penyembuhan luka.
13. Makanan bayi dan anak-anak.
Pertumbuhan anak-anak harus normal, kuat, sehat, dan segar. Untuk mencapai sasaran ini, makanan anak-anak yang bergizi tinggi yang harus dicukupi sesuai dengan umurnya. Apabila sisa gula tertinggal dalam mulut, maka akan dirusak oleh bakteri dan akan menghasilkan zat asam susu, zat asam susu ini nantinya akan menyebabkan dekalsifikasi gigi. Tetapi tidak sama halnya dengan madu. Madu bersifat sebagai antibiotik dan karena madu bersifat basa, maka madu memperbaiki kesehatan gigi.
Tiap selesai makan dianjurkan minum madu 15% sambil dikumur-kumur untuk mengawatkan gigi. Untuk anak-anak satu sendok madu lebih berguna daripada 25 gr gula. Sebab gula tidak lain hanyalah karbohidrat,tetapi madu mengandung zat-zat kimia, disamping nilainya yang lebih tinggi. Asam folik dalam madu dapat memperbaiki komposisi darah. Madu sangat penting untuk bayi yang terpaksa tidak cukup menerima susu ibu. Susu sapi dicampur dengan madu sebagai pengganti gula untuk memperbaiki petumbuhan pada anak.
Alasan lain mengapa madu lebih baik untuk anak-anak, karena madu kaya akan zat besi atau Fe, dimana susu ibu dan susu sapi hanya sedikit mengandung mineral itu. Madu yang lengkap dengan zat glukosa dan levulosa yang langsung dapat diserap oleh susu bersama-sama dengan asam-asam organik, minyak, dan zat penting lainnya merupakan stimulan bagi pencernakan dan memperbaiki nafsu makan.
14. Madu dan umur panjang.
Pakar dokter dan ahli filosofis berpendapat, bahwa minum madu ada hubungannya dengan umur panjang pada manusia. Orang bernama Mulbacher pada masa hidupnya selalu minum madu tiap hari dapat hidup sampai 120 tahun. Di Ladoga Canal ada seorang penduduk bernama Timofei gemar minum madu, ia meninggal pada usia 107 tahun. Telah pernah diadakan angket dinegara Rusia yang ditujukan kepada orang yang telah mencapai umur lebih dari 100 tahun . Hasil jawabannya ternyata bahwa mereka itu telah bekerja pada apiari dan kebiasaannya selalu minum madu setiap hari.
Pyortr Shvalev tinggal di Primorye Territory telah menulis, bahwa ia telah bekerja diapiari selama 45 tahun. Selama itu ia tidak pernah menderita sakit. Ayahnya yang juga bekerja diapiari tidak pernah sakit. Ia meninggal dunia pada usia 105 tahun waw… begitu lamanya. Ada juga yang bernama A. Bondarenko mereka jugadi masa hidupnya juga tidak pernah sakit sampai usia 40 tahun. Ibunya juga seorang peternak lebah, ditahun 1951 ibunya masih hidup dan berumur 108 tahun dan kesehatannya masih bagus.
Kesimpulannya ialah bahwa peternak lebah yang selalu minum madu dapat menikmati hidup sehat dan berumur panjang, mengingat Ayahku merawat dan bekerja diapiari bapakku jarang sekali minum madu dan Saya begitu sadar ternyata minum madu setiap hari dapat memperpanjang umur seseorang, tetapi sayangnya Ayah saya diwaktu itu jarang sekali minum madu bahkan hampir tidak pernah maka umur Ayah Saya tidak begitu panjang dan Ayah Saya telah meninggal dunia diusia 61 tahun akibat sakit paru-paru dan Ayahku bekerja diapiari selama 14 tahun.
Kebenarannya akan hal ini adalah pada Ayah dan Saya sendiri, Ayah bekerja diapiari dan Saya membantu Ayah diwaktu itu Kami dan Ayah selama itu jarang sekali sakit, yang paling Aku sukai minum madu ditambah air setengah gelas dan madu secukupnya lalu ditambah es,wah rasanya sangat seger sekali…yang membuat badan tambah segar tidak mudah capek dan selalu menyehatkan, begitu juga pada Ayah Saya hehe…jadi jurhat ni, tetapi setelah itu Ayah tidak mengurusi lebah madu dan tidak bekerja diapiari lagi dikarenakan punya hajat Kakakku dan lebah madu tidak diurusi lagi dan semua lebah pergi… maka selang hampir lima tahun Ayahku sakit paru-paru TBC dan Ayahku meninggal dunia di usia 61 tahun begitu sedihnya kami bila mengetahui hal ini.
Kalau kita tinjau dari beberapa faktor yang baik misalnya: madu yang bergizi tinggi, bekerja diapiari dalam udara segar dan bersih dari pencemaran udara, dan pengaruh sengatan lebah sebagai sebagai pencegahan penyakit, maka semuanya itu mungkin berpengaruh baik pada kehidupan manusia yang bekerja di apiari.
15. Untuk kesehatan.
Sebaiknya madu diminum dengan air. Untuk orang dewasa madu diminum ½ - 2 jam sebelum atau sesudah makan. Pagi : 30-60 gr, siang : 40-80 gr, dan sore : 30-60 gr. Dan untuk anak – anak : rata-rata 30 gr atau satu sendok the tiap hari. Tentunya kalau minum madu berlebihan bahkan menimbulkan gangguan pekerjaan kelenjar pankreas.
16. Alergi atau Indiosyncrasy .
Beberapa orang yang sangat peka terhadap makanan, misalnya telur, madu, ikan laut, yodium, dan lain-lain. Biasanya alergi menyerang kulit. Timbul rasa gatal atau exzema, asma, muntah, dan mencret. Yang menyebabkan alergi karena madu mungkin dikarenakan butir-butir tepung sari yang mngandung protein yang tinggi. Atau mungkin juga dikarenakan osmotik yang tinggi dari madu.
Kesimpulan dari bermacam-macam khasiat tersebut diatas, menunjukan kepada kita semua,bahwa madu merupakan suatu obat yang dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit dan madu mempunyai nilai kaloriyang tinggi. Minum madu berarti memperbaiki proses faali dalam tubuh kita dan menambah ketahanan terhadap serangan penyakit.
0 Komentar untuk "PEMANFAATAN MADU DAN PEMAKAIAN MADU SEBAGAI KOSMETIK DAN OBAT-OBAAN"