Tanaman pangan lebah madu dibedakan atas beberapa unsur diantaranya :
- Evolusi organik, - Pengaruh Iklim, - Pengetahuan musim nektar dan tepung sari, - Tanaman pangan lebah madu.
1. Evolusi organik
Populasi tanaman didunia ini, selalu mengalami perubahan, perpindahan, dan pergantian. Mereka datang dan pergi. Jenis tanaman lama yang pergi, dan jenis tanaman yang baru datang. Proses perubahan ini berlangsung sangat lambat sekali, tetapi terus menerus, perubahan yang demikian ini dinamakan evolusi organik. Penyebaran tanaman, kebanyakan sebagai akibat aktivitas manusia ditempat itu. Perubahan hutan, Pengolahan tanah, penanaman tanaman yang berubah-ubah membawa perubahan kimiawi dan alami dalam tanah dan mengakibatkan perubahan tanaman yang tumbuh ditempat itu.
Tingkat perubahan tanaman semacam ini tergantung dari tipe tanah asal, intensitas pengolahan tanah, jenis tanaman asal ditempat itu, dan macam perawatan tanaman dalam perkembangannya. Tanaman bermadu pun mengalami perubahan macam dan jumlahnya pada suatu tempat dan suatu saat, atau musim, dari musim kegagalan sampai musim berlimpah. Mungkin suatu jenis tanaman tumbuh banyak di saat ini, tetapi tidak tumbuh di lain tahun dan kembali banyak lagi jumlahnya ditahun berikutnya. Mungkin juga jenis tanaman yang tidak tumbuh disini, tumbuh di lain tempat dan sebaliknya. Oleh karena itu, peternak lebah madu harus selalu siap dalam menghadapi perubahan situasi tanaman ini, agar dapat bertindak cepat dan tepat, supaya ia tidak gagal dalam usahanya, bila menghadapi musim paceklik.
Jika tanaman asal sebagai penghuni ditempat itu, dikerjakan tanahnya, kemudian ditanami dengan tanaman lain, maka serangga dan ternak yang hidup ditempat tersebut mengalami perubahan pula. Proses ekonomi rumah tangga tanaman itu telah terputus. Tanaman yang tidak terpenuhinya kebutuhan hidupnya tentu saja akan musnah. Jika tanaman asal dihapus dengan cara mekanik, kimiawi ataupun dengan api, maka jenis tanam-tanaman yang akan tumbuh berikutnya di tempat itu, akan berlainan dengan jenis tanaman asalnya. Paling sedikit kalau tidak akan mengalami perubahan. Tiap perubahan tanah karena bermacam-macam akibat, mungkin karena pengeringan, dijadikan padang rumput dan lain-lainnya, maka tumbuh-tumbuhan jenis baru akan bermunculan, termasuk juga tanaman bermadu.
Lebah madu mempunyai mempunyai kesukaan terhadap tepung sari tertentu. Apa alasannya belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi kesukaan mengumpulkan nektar adalah dikarenakan isi gulanya. Makin banyak nektar mengandung gula, makin senang lebah madu mengunjungi bunga tersebut. Bila nektar terkena sinar matahari atau angin, airnya menguap, maka nektar tersebut gulanya tinggi. Sebaliknya apabila nektar tersiram hujan, maka sebagian gulanya akan hanyut, akibatnya gula akan berkurang.
Lebah melayang kesana kemari mencium bunga untuk menemukan bunga yang berisi nektar yang bernilai tinggi. Kalau tidak ada nektar yang cocok dengan keinginannya, lebah akan bermalas-malasan tinggal disekeliling bunga, atau kembali bekerja dalam sarangnya, melibatkan diri dengan kesibukan rumah tangga. Lebah mengunjungi sejenis bunga pada kesatuan waktu, sehingga karena aktifitas ini maka lebah madu akan membantu keberhasilan pembuahan.
2. Pengaruh Iklim
Didaerah tropis, curah hujan menentukan pertumbuhan tanaman. Curah hujan dan kelembaban udara mempengaruhi hasil nektar. Pada waktu banyak hujan, hasil nektar baik. Sejumlah pohon seperti kopi, berbunga lebat setelah hujan turun. Hari yang cerah tetapi sedikit lembab berawan terlihat disana-sini, merangsang keluarnya hasil nektar. Hari panas dan kering berangin merusakan bunga. Ada pula pohon yang berbunga lebat akibat curah hujan di tahun yang lalu.
Tipe tanah yang berlainan, berbeda pula kualitas madu dari tanaman yang sama. Pada waktu matahari terbit sampai jam 08.00, bunga banyak mengeluarkan nektar. Pada waktu tersebut terlihat banyak lebah mencari nektar, lebah kedapatan sepi. Di sore harinya dari jam 17.00 sampai menjelang gelap. Lebah mulai sibuk lagi mengumpulkan nektar.
Didaerah tropis jenis tanaman banyak terdapat nektar yang dicari lebah. Di daerah dimana perbedaan musim hujan dan kemarau hampir tidak ada, maka lebah dapat memperoleh nektar dan tepung sari disepanjang tahun. Karena mudahnya untuk hidup didaerah yang demikian, maka ada kecenderungan bahwa lebah ditempat itu tidak atau kurang bergairah menimbun madu dan makanan.
Koloni masih dapat hidup dengan persediaan sedikit makanan. Bila suatu ketika koloni tersebut menderita kekurangan makanan, maka mereka akan pindah ketempat lain yang lebih subur. Karena itu mengapa peternak lebah lokal tidak dapat memberi keuntungan yang besar pada suatu usaha. Untuk daerah seperti ini sangat perlu mendatangkan jenis lebah yang mempunyai bakat menyimpan makanan dan madu yang baik.
Di daerah tropis yang berada disebelah utara dan selatan garis khatulistiwa seperti sebagian daerah di Indonesia, dimana perbedaan musim kemarau dan musim hujan sangat nyata, maka pada tempat ini musim nektar terlihat lebih jelas, yaitu jatuh pada musim sejuk diwaktu musim kemarau. Untuk daerah semacam ini pemeliharaan lebah jenis a. mellifera sangatlah cocok.
Hutan yang tidak begitu lebat, sebagian ditutup dengan rumput dan semak, meskipun daerah tersebut mempunyai musim kemarau agak panjang. Lebah masih dapat berkembang dengan baik, karena mereka memperoleh nektar dari bunga tanaman semak yang berbunga pada musim kemarau. Didaerah rumput, musim bunga waktunya pendek tetapi lebah masih dapat berkembang baik selama koloni masih dapat memperoleh air.
Tanaman dari keluarga Labiatae, Malvaceae, dan Compositae, musim berbung pada akhir musim hujan. Disepanjang pantai dimana banyak terdapat pohon kelapa, lebah berkembang dengan baik. Pohon kelapa berbunga sepanjang tahun. Apalagi kalau ditempat atau daerah itu tumbuh banyak pohon jeruk, karena jeruk merupakan sumber nektar yang baik. Di Singapura musim nektar jatuh pada bulan April – Mei dan Agustus – September, nektar yang berasal dari pohon rambutan, durian, tanaman pisang, kelapa, dan buah-buahan lainnya yang berbunga disepanjang tahun.
3. Mengetahui musim nektar dan tepung sari
Cara mengetahui sumber nektar dan tepung sari suatu daerah, dapat dilakukan dengan menimbang berat koloni tiap-tiap hari selama 3 – 5 tahun terus menerus, mengingat fruktuasi cuaca tahun per tahun. Kalau stup digantung atau diletakan diatas timbangan, tiap hari dapat dibaca beratnya. Hasil bacaan ditulis pada grafik. Ruangan yang tersedia dalam stup harus cukup untuk perkembangan koloni, sehingga tidak ada kemungkinan membatasi pertumbuhan koloni tersebut.
Disamping catatan perkembangan dapat dilengkapi data tempat tersebut tentang cuaca, curah hujan, musim bunga, suhu, kelembapan, angin, dan keadaan koloni. Pada akhir tahun grafik dan data tersebut berguna dalam memberikan gambaran perkembangan lebah sesuai dengan tingkatan kesuburan daerah tersebut. Disamping peternak tahu tentang biologi dan tingkah laku, tabiat dan fungsi lebah, ia harus tahu dan menguasai keadaan daerah di sekelilingnya yang berhubungan dengan kelangsungan hidup lebah dan tanaman penghasil madu yang produktif. Untuk tercapainya tujuan ini peternak perlu mengetahui hal sebagai berikut :
1. Jenis tanaman yang disukai dan berguna bagi lebah, yang hasil nektarnya tinggi.
2. Dari mana adal tanaman tersebut diatas.
3. Kapan musim bunga lebat, kapan musim bunga sepi.
4. Tanaman apa kualitas madunya baik. Sebaliknya tanaman apakah yang kualitas madu jelek. Tanaman mana sebagai penghasil tepung sari yang lebat.
Peternak lebah yang menguasai hal tersebut diatas, adalah orang yang beruntung, karena ia dapat menempatkan koloni lebahnya sesuai dengan sumber makanan dan nektar. Paling tidak ia dapat melengkapi kebutuhan lebah yang vital, agar lebahnya berkembang dengan baik. Didaerah tropis, penelitian tentang lebah belum banyak dilakukan.
4. Tanaman Pangan lebah madu
1. Alfalfa ( Medicago sativa.L)
Warna madu tanaman ini bermacam-macam, dari tidak berwarna sampai kuning. Madu ini cepat mengkristal, membentuk masa yang putih krem. Aroma menyenangkan, rasanya khusus. Kebun alfalfa 1 ha yang tumbuh padat dan subur, menghasilkan madu sebanyak 380 Kg. Keistimewaan madu dari alfalfa ini mengandung 36,85% glukosa dan 40,24% levulosa. Levulosa adalah gula yang paling manis dibandingkan dengan gula biasa, 1,7 kali lebih manis dari pada saccharosa tebu dan Bee, 2 - 2,5 kali lebih manis daripada glukosa.
2. Apel (Pyrus malus L)
Madu dari tanaman ini mempunyai aroma yang harum dan tidak ada taranya. Mengandung 31,67% glukosa dan 42% levulosa. Kebun apel 1 ha yang berbunga lebat menghasilkan madu 20 Kg.
3. Bunga matahari (Helianthus annus L)
Warna madu ini kuning keemasan. Aroma sedikit harum. Rasanya agak tajam. Penyerbukaan lebah menaikan produksi dua kali lipat.
4. Jeruk (Citrus SP)
Rasa dan aromanya enak sekali.
5. Kapas (Gossypium L)
Warna madu ini jernih. Rasanya enak. Granulasi cepat dan berubah warna menjadi putih. Madu ini mengandung 36,19% glukosa dan 39,42% levulosa. Rasa madu yang berasal dari bunga dan madu yang berasal dari daun (ekstra – floral ) tanaman ini sedikit berlainan. Tanaman kapas 1 ha menghasilkan madu sebanyak 100 – 300 Kg. bentuk penyerbukan silang dari lebah pada tanaman ini dapat menaikan produksi kapas 40 – 56 %.
6. Sweet clover (Melilotus alba & officinalis)
Madu paling baik dan paling enak rasanya. Aroma seperti panili. Warna putih atau kekuning-kekuningan. Mengandung 36,78% glukosa dan 39, 59% levulosa. Tanaman sweet clover 1 ha yang ditanam secara intensif dapat menghasilkan madu 600 Kg.
7. White clover (Trifolium repens L)
Madu berwarna muda. Rasanya lezat sekali. Mengandung 34,96% glukosa dan 40, 24% levulosa. Dari tanaman 1 ha menghasilkan madu 100kg.
8. Wortel (Daucus carota L)
Warna madu kuning tua dan aromanya harum.
9. Tanaman katumbar (Sumatera) atau Ketumbar (Jawa) atau Tunchar (Sunda), (Coriander sativum L)
Aroma madu ini tajam, mempunyai rasa khusus, ketumbar 1 ha akan menghasilkan madu 500 kg. Diluar Negeri ada tanaman pangan lebah yang menarik perhatian kita, sebagai penghasil nektar yang luar biasa banyaknya. Tanaman yang dimaksud adalah :
1. Black locust ( Robinia Pseudoacacia )
Tanaman ini 1 ha menghasilkan madu sebanyak 1700 Kg madu jernih. Mengandung 35,98% glukosa dan 40,35% levulosa. Tanaman ini terdapat di negara Rusia.
2. Phacelia ( Phacelia tanacetifolia Benth )
Madu berwarna hijau atau putih. Sangat digemari orang. Tanaman Phacelia 1 ha menghasilkan madu sebanyak 500 – 1000 Kg. Tanaman ini terdapat dinegara Rusia. Yang jadi pertanyaannya kita adalah apakah di Indonesia
0 Komentar untuk "TANAMAN PANGAN LEBAH MADU"