Pengetahuan tata cara beternak hewan

SYARAT PEMBUATAN PETI LEBAH MADU






Assalamualaikum Wr.Wb. salam jumpa lagi, para sobat pembaca yang Budiman, kali ini kami akan melanjutkan dari peti lebah madu dan rumah lebah madu tentang syarat pembuatan peti lebah madu semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca yang terutama yang gemar ternak lebah madu. Baiklah kita mulai dari hal-hal yang harus dipenuhi untuk peti lebah madu atau stup yang baik adalah sebagai berikut :
Temperatur
Fluktuasi suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat. Perubahan cuaca diluar tidak lekas mengubah atau mempengaruhi suhu dalam sarang. Dinding stup yang rangkap mendekati kebutuhan ini. Tetapi tidak semua orang berpendapat begitu, terbukti adanya laporanyang berbeda-beda.
Sebagian berpendapat bahwa koloni yang hidup dalam stup yang berdinding rangkap tidak pernah kabur, koloni berkembang biak, menghasilkan madu lebih banyak,dan koloni hidup lebih senang dan tenang. Tetapi beberapa penelitian mengatakan, bahwa suhu dalam stup yang berdinding rangkap, tidak berbeda jauh dengan yang berdinding tunggal, dan kalau terdapat perbedaannya hanyalah kecil saja.
Dinding rangkap atau tunggal, masih terpengaruh oleh udara luar, karena adanya pintu masuk dan ventilasi. Dinding satu lapis adalah paling umum dibuat orang diseluruh dunia, meskipun daerah itu mempunyai iklim yang dingin. Kayu yang tebal lebih dapat melindungi koloni dari pengaruh suhu diluar. Kayu yang empuk setebal 2 ½ cm cukup untuk keperluan ini.
Ketahanan terhadap iklim
Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas dan cuaca yang selalu berubah. Atap kayu yang dilapisi dengan seng atau plastik dapat mengawetkan peti lebah madu tersebut. Peti lebah madu harus kokoh, tidak menjadi berantakan, jika ditiup angin yang kencang.
Untuk maksud ini, maka atap yang berbentuk mendatar adalah yang lebih baik. Kreosot dan cat dapat mengawetkan kayu. Kreosot dioleskan 3 minggu sebelum stup ditempati. Kayu yang keras setebal 1 ½ cm telah cukup kuat.
Ventilasi
Ventilasi menentukan keberhasilan beternak lebah, pada waktu sisiran bertambah besar, di mana banyak tempayak sedang tumbuh membesar, kebutuhan akan madu untuk hidup mereka makin banyak. Madu dimakan oleh lebah yang menghasilkan tenaga dan mengeluarkan  CO2  dan uap air yang dibuang lewat pernafasan.
 CO2 mudah sekali hilang bercampur dengan udara luar. Tetapi uap air tidak mudah hilang begitu saja. Uap air keluar melewati lubang ventilasi. Jika ventilasi buruk, uap air akan mengembun di atas sebelah dalam dan sekeliling dinding stup. Embun akan menetes membasahi tempat madu, simpanan tepung sari bunga.
Madu yang basah akan mengalami fermentasi akhirnya akan menjadi rusak. Tepung sari menjadi bercendawan, lebah tidak sehat karena basah. Maka dengan demikian seluruh sarang menjadi hancur berantakan. Tiap 1 Kg madu dimakan oleh lebah dikeluarkan ½ kg air.
Di waktu cuaca panas, apabila udara dalam sarang lembab, maka lebah membuat aliran angin untuk menghalau uap air, tetapi jika udara dingin, mereka tidak banyak bergerak, sehingga uap air makin lama makin bertambah banyak. Lebah seperti halnya hewan yang lain, memerlukan cukup udara segar dalam sarangnya untuk dapat hidup sehat dan bahagia.
Pengaturan ventilasi yang baik adalah syarat mutlak. Ventilasi buruk, maka stup stup tidak berguna sama sekali. Ventilasi yang baik dapat memelihara udara dalam sarang tetap segar dan kering, meskipun bentuk ventilasi itu berbeda-beda. Ventilasi yang baik dapat dibuat sebagai berikut :
1. Pintu masuk sebelah bawah dibuat lebar, sebagian ditutup dengan kawat kasa agar tidak dimasuki tikus. Atau pintu masuk dibuat sempit memanjang selebar stup.

2. Lubang ventilasi dibuat kanan dan kiri sebelah atas dinding stup, denganditutup dengan kawat kasa.
Mudah dipindahkan
Stup hendaknya ringan, bentuk sederhana, tidak mudah tercerai berai, harus kompak, berbentuk persegi, gampang dipindahkan dan tidak mengganggu ketenangan lebah.





0 Komentar untuk "SYARAT PEMBUATAN PETI LEBAH MADU"
Back To Top