Ketajaman mencium bau memegang peranan penting dalam pertahanan. Dalam sarang, lebah terus-menerus memindahkan makanan dari lebah satu ke lebah yang lain secara berantai. Nektar dari lebah lapangan diberikan kepada lebah rumah tangga dan diteruskan kepada lebah yang lain, akhirnya disimpan dalam sel, dari hasil semua lebah ikut merasakan makanan tersebut.
Tidak ada dua koloni yang mempunyai bau yang sama, bangsa Rusia yang bernama Nasomov pada tahun 1883 telah menemukan kelenjar kecil di ujung perut lebah madu, yang menghasilkan bau yang menyerupai bau jeruk manis, yang kelenjar tersebut dinamakan kelenjar Nasomov. Karena perbedaan ini mereka dapat saling mengetahui mana kawan mana lawan.
Didaerah tropis banyak musuh lebah madu. Oleh karena itu, koloni selalu siap siaga. Lebah penjaga yang siap tempur di tandai dengan mandible yang selalu membuka, kaki muka diangkat terus antenanya diarahkan ke muka. Ia memperhatikan lebah yang datang pada pintu masuk sarang.
Lebah asing yang mencoba masuk akan diperiksa dengan ketat. Jika ketahuan, ia di halau keluar. Lebah perampok yang mendekati pintu masuk dengan gaya yang sombong akan disergap oleh penjaga. Setiap tamu yang tidak diundang yang sempat lolos lewat penjagaan dipintu masuk, memperoleh perlakuan yang sama didalam sarang.
Ia selalu diamati dan diteliti oleh penduduk disitu, bila perampok itu ternyata penakut maka lebah tersebut telah mengalah, boleh jadi ia hanya diseret keluar. Tetapi jika ia melarikan diri ia akan disengat habis-habisan oleh penjaga dan terjadilah perkelahian yang seru.
Penjaga yang sedang siap tempur akan menyerang yang bergerak tiba-tiba mendekati sarang. Lebah madu Afrika dan Asia mengeluarkan suara mendesis dalam keadaan siap siaga yang maksimal. Sekali seekor lebah yang menyengat akan diikuti sengatan yang lain yang menambah ramainya pergulatan.

0 Komentar untuk "PERTAHANAN KOLONI LEBAH MADU"